"Kutipan Kerangka melemahkan akidah Islam"!
"Kepribadian dan pengetahuan Muhammad dibentuk oleh lingkungannya. Leluhurnya dikenal menaati prosedur dan ajaran kenabian. Salah satu lingkungannya adalah kaum cerdik pandai Kristen. Jauh sebelum
kenabian Muhammad telah ada anasir-anasir kenabian dan ketauhidan (monoteisme) yang merujuk pada peran dua komunitas teologis di Mekkah, yang warganya dikenal sebagai penyembah berhala. Yang pertama
ialah pengikut al-hanîfiyah yang mendaku sebagai ahli waris ajaran Ibrahim. Abdul Muthalib yang adalah kakek Muhammad dan ketua Bani Hasyim merupakan tokoh terpenting
dalam aliran ini. Tercatat pula nama Zaid bin Amru, paman Umar bin Khathab, yang memiliki syair-syair kepasrahan. Salah satu baitnya, aslamtu wajhi liman uslimat, lahu al-ardlu tahmilu shakhran tsiqâla, ’aku pasrahkan diriku pada Dia, seperti kepasrahan bumi yang membawa batu karang yang berat’. Yang kedua adalah komunitas Ahli Kitab. Ini sebutan bagi pemeluk agama Yahudi dan Kristen.
orang Kristen di kalangan Islam disebut sebagai Nasrani yang dinisbatkan pada al-Nâshirah atau Nazaret, asal Isa al-Masih. Namun, bagi orang Kristen mayoritas, Nasrani di Jazirah Arab adalah sebuah sekte. Berbeda dengan bangsa Arab yang mandul
dari kenabian, bangsa Yahudi subur dengan kenabian. Dua komunitas itu punya satu misi. Sama-sama memusuhi kaum pagan. Pada masa itu mereka tersebar luas di Jazirah Arab. Orang Yahudi bermukim di Yastrib (Madinah), orang Kristen menunjukkan pengaruhnya di Mekkah. Menurut Al-Ya’qubî dalam Tarîkh: orang Quraisy yang memeluk Kristen dari Bani Asad antara lain adalah Utsman bin al-Huwairits dan Waraqah bin Naufal. Khadijah yang istri Muhammad berasal dari bani ini. Informasi yang lebih menarik datang dari Muhammad bin Abdillah al-Azraqi dalam Akhbâr Makkah (Kabar-kabar Mekkah), tentang gambar dan arca Isa (Yesus) bersama ibunya, Maryam (Maria), di Kabah. Ketika berhasil menaklukkan Mekkah dari pemeluk pagan, Muhammad membersihkan Kabah dari segala perupaan, kecuali Isa dan Maryam. Arca tersebut baru hancur bersama puing-puing Kabah akibat perang di era Yazid bin Muawiyah. Mengakui Alquran (al-Ma’idah: 82) menegaskan kedekatan orang Kristen dengan Muhammad yang berbeda dari orang Yahudi dan kaum pagan Mekkah yang bersikap memusuhi. Orang Kristen mencintai Muhammad dan pengikutnya "karena di antara mereka ada pendeta-pendeta (qissîsîn) dan rahib-rahib (ruhbân) dan mereka tidak menyombongkan diri". Maksudnya, mereka mengakui kenabian Muhammad, tetapi tidak mengikutinya. Yang terkenal adalah Waraqah bin Naufal, kakak sepupu Khadijah. Dia memberi kesaksian terhadap wahyu pertama yang diterima Muhammad dan disebut dalam riwayat al-Bukhari hadis nomor tiga sebagai "seorang yang memeluk Kristen pada zaman Jahiliah, menulis kitab dalam Ibrani, dan mampu menyalin dari Injil Ibrani". Kependetaan Waraqah ditegaskan Muhammad dalam Sîrah (biografi Muhammad) karya Ibn Ishaq (1999: 203): "Sungguh aku telah melihat Pendeta (Waraqah) berada di surga dengan memakai pakaian dari sutra." Dalam versi riwayat lain hadis tadi adalah respons ketika nasib Waraqah di akhirat dipertanyakan karena tetap setia memeluk Kristen sampai akhir hayatnya meski ia menyaksikan kenabian Muhammad.
Ringkasan lain tentang Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen Link yang relevan:
http://mantagisme.blogspot.com/ Muhammad dan kaum cerdik pandai kristen oleh MOHAMAD GUNTUR ROMli"
Secara eksplisit penulis mengajak kita untuk menyatakan bahwa nabi muhammad dalam mengajarkan ISlam telah terkontaminasi/dipengaruhi para sesepuh kristen. dari kalimat ini kita dapat melihat "....Maksudnya, mereka mengakui kenabian Muhammad, tetapi tidak mengikutinya." Padahal kita tahu bahwa waraqah mengatakan kepada istri nabi (siti khadijah), jika aku tidak serenta ini dan usiaku sudah lanjut seperti ini, niscaya aku akan menyertai/melindungi muhammad yang menurut ia adalah calon nabi yang telah digariskan/ditulis oleh alkitab mereka (kristen). Muhammad saat itu belum menjadi nabi, dan justru waraqah itulah yang memberitahu bahwa ia akan menjadi seorang nabi. Logikanya adalah bagaimana waraqah akan menjadi pengikut muhammad dikemudian hari, sementara saat itu muhammad sendiri belum menjadi nabi belum menyampaikan risalah Islam?. Waraqah disini oleh penulis juga dideskripsikan seakan-akan ia adalah penganut kristen saat ini, Ditambah kalimat kutipan terakhir dari sabda nabi muhammad yang tersebut demikian,"Sungguh aku telah melihat Pendeta (Waraqah) berada di surga dengan memakai pakaian dari sutra." Waraqah masuk sorga karena ia mengikuti nabi Isa yang menyembah Allah, bukan mengikuti kristen sekarang yang menyembah isa sebagai Tuhan. Dugaan saya ini adalah salah satu strategi anggota JIL, dimana kita sebagai umat Islam telah diperingatkan oleh para ulama untuk berhati-hati.
Pemahaman ini menurut saya pribadi akan menyeret kita kedalam paham pluralisme agama, yang notabene dia tidak mempunyai nilai. Universalisme nilai yang diklaim oleh mereka adalah nilai yang menurut manusia itu benar, padahal kita tahu bahwa manusia cenderung menilai sesuatu dengan apa yang menurut kehendaknya sendiri (Nafsu) dan harus kita pahami bahwa dengan demikian manusia satu dengan yang lain menilai baik dan tidak baik adalah relatif berbeda.
Waduh hati-hati yah kawan-kawan!! jgn terjebak, karena masih banyak lagi tulisan-tulisan demikian dibeberapa situs internet.
Mantan aktifis 99 Forum Diskusi dan Aksi Mahasiswa Budi Luhur.
khusus to; Hafes Al Assad di Kunciran dan Teman-teman di Fordisam Di UBL.
pesan : Tetap berjuang untuk agama dan rakyat kita!